Sabtu, 27 Februari 2010

Domokrasi di Indonesia Yang Tidak Transparan


Kita ketahui sekarang ini lebih dari 30 partai politik yang akan ikut kompetisi dalam pemilu Indonesia tahun 2009.
Apakah dengan banyaknya partai ini menunjukkan bukti tumbuhnya demokrasi di Indonesia.
Kemudian setelah itu ,apakah mereka yang bertanding dalam pemilu, dapat kursi di parlemen akan menyuarakan suara pemilihnya.....

Bagi saya yang kurang faham soal berpartai politik, mereka yang sekarang bergabung di partai politik,orientasinya hanya kekuasaan , kepentingan kelompok yang menjadi tameng dari keinginan untuk memperkaya diri sendiri.

Saat kampanye, setiap kata dari juru kampanya hanya bual dan bohong belaka.

Peserta kampanyepun tidak lebih dari sekelompok orang yang daripada tidak mendapat penghasilan apapun, rela dibohongi demi selembar kaos berlogo partai, uang bensin untuk motor, nasi bungkus dan beberapa lembar kertas biru yang berganbar Kapiten Pattimura. Lumayan untuk hidup satu hari plus dapat hiburan gratis dari artis penyanyi yang bergoyang mengumbar sensualitas.

Jika ada partai lain yang mengajak kampanye, saai itu juga bisa berganti kaos partai. Tida peduli akan kebohongan dan lain sebagainya, yang penting senang ,dapat makan dan dapat uang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Designed by Animart Powered by Blogger