Senin, 07 Maret 2011
bank dan lembga keuangan
Bahasa indonesia TUGAS
Bahasa Indonesia
1.1 Latar Belakang Masalah
Semua orang pasti pernah berfikir, entah berfikir tentang kehidupannya dimasa mendatang, berfikir tentang orang yang di cintainya, atau pun berfikir tentang makanan apa yang akan ia makan hari ini. Proses berfikir inilah yang dinamakan penalaran atau dalam Bahasa Inggris disebut dengan reasoning. Proses Berfikir itu sendiri merupakan proses dimana manusia melakukan kegiatan pengumpulan data, fakta, informasi, dan kemudian menghubungkan antara data dan informasi tersebut untuk membuat keputusan. Sebelumnnya, saya mengatakan manusia karena hanya manusia sajalah sebagai makhluk hidup yang dapat melakukan proses penalaran. Walaupun hewan juga memiliki otak, tetapi hewan tidak memiliki akal sehingga hewan tidak bisa melakukan proses penalaran. Karena penalaran merupakan proses berfikir dari pengamaatan (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Penalaran itu sendiri sangat penting bagi manusia karena penalaraan dapat menentukan seberapa besar softskill yang ia punya.
1.2 Masalah
Menjelaskan tentang pengertian penalaran, metode dalam menalar, konsep dan symbol dalam penalaran, syarat – syarat kebenaran dalam penalaran, serta hukum – hukum dalam penalaran.
BAB II. Isi
2.1 Pengertian Penalaran
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui
atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.
2.2 Metode dalam Penalaran
Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu induktif dan deduktif
Metode induktif
Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum.
Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti.
Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif.
Metode deduktif
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
2.3 Konsep dan symbol dalam penalaran
Penalaran juga merupakan aktivitas pikiran yang abstrak, untuk mewujudkannya diperlukan simbol. Simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentuk bahasa, sehingga wujud penalaran akan akan berupa argumen.
Kesimpulannya adalah pernyataan atau konsep adalah abstrak dengan simbol berupa kata, sedangkan untuk proposisi simbol yang digunakan adalah kalimat (kalimat berita) dan penalaran menggunakan simbol berupa argumen. Argumenlah yang dapat menentukan kebenaran konklusi dari premis.
2.4 Syarat – syarat kebenaran dalam penalaran
Jika seseorang melakukan penalaran, maksudnya tentu adalah untuk menemukan kebenaran. Kebenaran dapat dicapai jika syarat – syarat dalam menalar dapat dipenuhi.
* Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah.
* Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua premis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formal maupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat, diturunkan dari aturan – aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yang dijadikan sebagai premis tepat.
2.5 Hukum – Hukum Penalaran
Sebelumnya perlu dipahami bahwa seuatu “yang benar” tidak sama dengan “yang logis”. Karena “yang benar” adalah proposisi dan “yang logis” adalah penalaran. Suatu proposisi dikatakan benar apabila ada kesesuaian antara subjek dan predikat, dan suatu penalaran dikatakan logis apabila mempunyai bentuk yang tepat, dan dasar penalaran itu salih.
Asumsi yang mengatakan dasar penalaran harus salih, maka hubungan kebenaran antara premis dan konklusi dapat dirumuskan dengan hukum-hukum berikut ini :
* Hukum pertama : Apabila premis benar, maka konklusi benar
contoh:
semua manusia akan mati
Budi adalah manusia
Jadi : Budi akan mati
disini, premis mayor dan minor benar, sehingga konklusi juga benar.
* Hukum kedua : Apabila konklusi salah, maka premis juga salah
contoh :
semua manusia terbuat dari tanah
malaikat adalah manusia
jadi : malaikat terbuat dari tanah
disini konklusi salah, karena pemisnya (keduanya atau salah satunya) pasti salah. Pada contoh diatas, premis mayor benar, sedangkan premis minor salah sehingga menyebabkan konklusi menjadi salah.
* Hukum ketiga : Apabila premis salah, konklusi dapat benar dapat salah
contoh :
semua hewan mamalia betelur
ayam itu hewan mamalia
jadi : ayam bertelur
disini kedua premis salah tetapi konklusi yang diambil benar. Untuk premis salah maka konklusi salah dapat dilihat pada contoh di atas.
* Hukum keempat : Konklusi benar, premis dapat salah dapat benar
untuk contoh konkusi benar, premis salah dapat dilihat pada contoh di atas, dan untuk contoh premis benar, konklusi benar dapat dilihat pada contoh pertama.
BAB III. Kesimpulan
Berdasarkan paparan di atas jelas bahwa tiga bentuk pemikiran manusia adalah aktivitas berpikir yang saling berkait. Tidak ada ada proposisi tanpa pengertian dan tidak akan ada penalaran tanpa proposisi. Bersama – sama dengan terbentuknya pengertian perluasannya akan terbentuk pula proposisi dan dari proposisi akan digunakan sebagai premis bagi penalaran. Atau dapat juga dikatakan untuk menalar dibutuhkan proposisi sedangkan proposisi merupakan hasil dari rangkaian pengertian.
Sabtu, 27 November 2010
Perilaku Konsumen Segmentasi
1. Demografi
a. Umur :22
b. Jenis Kelamin :Laki-laki
c. Pendapatan :2,5jt/bulan(kelas menengah)
d. Status perkawinan : belum menikah
e. Pendidikan : S1
f. Pekerjaan :mahasiswa
2. Perilaku Konsumen
a. Manfaat yang di cari :Mendapatkan sesuatu yang berguna dan bermanfaat untuk jangka waktu pendek maupun menengah
b. Kesetiaan merek :Memilih suatu barang yang berguna untuk memaksimalkan kebutuhannya dalam kehidupan sehari-hari
c. Tingkat penggunaan :Jika barang tersebut dapat menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari maka tingkat penggunaan tidak akan menurun melainkan meningkat
d. Alasan pembeli :Supaya mendapatkan yg dapat memuaskannya dan bermanfaat
e. Pengaruh : Dari mulut ke mulut sehingga timbul keinginan untuk mencobanya
3. Karakteristik
a. Kebutuhan akan kesadaran :Membeli barang karna keinginan untuk memenuthi semua kebutuhan hidupnya
b. Toleransi terhadap keseimbangan :membeli barang agar dapat menyeimbangkan antara kebutuhan pokok dan kebutuhan biasa
c. Kecenderungan mengambil resiko:Berani mengambil resiko agar dapat mengetahui manfaat dari barang yang di beli
4. Budaya
a. Adat istiadat :membeli barang menurut adat istiadat yang berlaku di daerahnya
b. Kebiasaan :Rasa ingin membeli barang berkali-kali karna kebiasaan/ketagihan
c. Norma :membeli barang yang sudah sesuai dengan norma-norma yang berlaku di daerahnya
d. Nilai :Membeli barang untuk mengetahui nilai dari barang tersebut
a. Umur :22
b. Jenis Kelamin :Laki-laki
c. Pendapatan :2,5jt/bulan(kelas menengah)
d. Status perkawinan : belum menikah
e. Pendidikan : S1
f. Pekerjaan :mahasiswa
2. Perilaku Konsumen
a. Manfaat yang di cari :Mendapatkan sesuatu yang berguna dan bermanfaat untuk jangka waktu pendek maupun menengah
b. Kesetiaan merek :Memilih suatu barang yang berguna untuk memaksimalkan kebutuhannya dalam kehidupan sehari-hari
c. Tingkat penggunaan :Jika barang tersebut dapat menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari maka tingkat penggunaan tidak akan menurun melainkan meningkat
d. Alasan pembeli :Supaya mendapatkan yg dapat memuaskannya dan bermanfaat
e. Pengaruh : Dari mulut ke mulut sehingga timbul keinginan untuk mencobanya
3. Karakteristik
a. Kebutuhan akan kesadaran :Membeli barang karna keinginan untuk memenuthi semua kebutuhan hidupnya
b. Toleransi terhadap keseimbangan :membeli barang agar dapat menyeimbangkan antara kebutuhan pokok dan kebutuhan biasa
c. Kecenderungan mengambil resiko:Berani mengambil resiko agar dapat mengetahui manfaat dari barang yang di beli
4. Budaya
a. Adat istiadat :membeli barang menurut adat istiadat yang berlaku di daerahnya
b. Kebiasaan :Rasa ingin membeli barang berkali-kali karna kebiasaan/ketagihan
c. Norma :membeli barang yang sudah sesuai dengan norma-norma yang berlaku di daerahnya
d. Nilai :Membeli barang untuk mengetahui nilai dari barang tersebut
Selasa, 02 November 2010
1. a. pada waktu membeli alat-alat olahraga
sifat dasra tekanannya adalah: karena disekitar tempat tinggal saya kebetulan banyak yang suka berolah raga, jadi dengan tekanan tersebut agar bisa menyesuaikan dengan masyarakat disekitar tinggal saya maka saya mencoba membeli alat olahraga juga.
b.Saya pergi k mal dan melihat sebuah jam tangan.saya ingin membelinya tetapi saya berpikir terlebih dahulu apakah jam tangan ini sali/tidak.Pastinya saya ingin mengetahui bagaimana cara mengetahui jam merek asli/tidak.
2.a. saya membeli makanan d sebuah restaurant.dsn saya membeli makanan yg belum pernha saya coba.sehingga klo saya ingin mencobanya kembali saya sudah tau rasanya.
b. saya membeli dompet dan saya ingin sekali" memaki dompet dengan kulitas bagus.sehingga klo saya membeli dengan merek yg sama saya sudah tau kualitas merek ini bagus/tidak.
c. Ketika saya membeli sebuah patung saya ingin sekali" menghiasi ruang tamu saya dengan patung.sehingga klo rumah tamu saya tidak cocok/bagus dengan hiasan patung saya sudah tau.
3. pada waktu membeli baju kaos
sifat dasar tekanannya adalah: karena saya sebagai mahasiswa hampir tiap hari kekampus dan melihat banyak mahasiswa yang memakai baju kaos yang bermerk, jadi tidak menutup kemungkinan rasa ingin memiliki baju yang sama tidak dilakukan. jadi kerena dengan faktor tersebut jadi saya merasa termotivasi rasa ingin memilikinya juga tersebut
.) pada waktu membeli hape
sifat dasar tekanannya adalah: dijaman modern kayak sekarang ini teknologi semakin canggih tidak lain juga seperti hape dengan seiring jalannya waktu hape-hape sekarang semakin canggih jadi dengan pengaruh yang berada dilingkungan sekitar pasti dengan sendirinya saya pasti akan mencoba atau membeli barang tersebut.
sifat dasra tekanannya adalah: karena disekitar tempat tinggal saya kebetulan banyak yang suka berolah raga, jadi dengan tekanan tersebut agar bisa menyesuaikan dengan masyarakat disekitar tinggal saya maka saya mencoba membeli alat olahraga juga.
b.Saya pergi k mal dan melihat sebuah jam tangan.saya ingin membelinya tetapi saya berpikir terlebih dahulu apakah jam tangan ini sali/tidak.Pastinya saya ingin mengetahui bagaimana cara mengetahui jam merek asli/tidak.
2.a. saya membeli makanan d sebuah restaurant.dsn saya membeli makanan yg belum pernha saya coba.sehingga klo saya ingin mencobanya kembali saya sudah tau rasanya.
b. saya membeli dompet dan saya ingin sekali" memaki dompet dengan kulitas bagus.sehingga klo saya membeli dengan merek yg sama saya sudah tau kualitas merek ini bagus/tidak.
c. Ketika saya membeli sebuah patung saya ingin sekali" menghiasi ruang tamu saya dengan patung.sehingga klo rumah tamu saya tidak cocok/bagus dengan hiasan patung saya sudah tau.
3. pada waktu membeli baju kaos
sifat dasar tekanannya adalah: karena saya sebagai mahasiswa hampir tiap hari kekampus dan melihat banyak mahasiswa yang memakai baju kaos yang bermerk, jadi tidak menutup kemungkinan rasa ingin memiliki baju yang sama tidak dilakukan. jadi kerena dengan faktor tersebut jadi saya merasa termotivasi rasa ingin memilikinya juga tersebut
.) pada waktu membeli hape
sifat dasar tekanannya adalah: dijaman modern kayak sekarang ini teknologi semakin canggih tidak lain juga seperti hape dengan seiring jalannya waktu hape-hape sekarang semakin canggih jadi dengan pengaruh yang berada dilingkungan sekitar pasti dengan sendirinya saya pasti akan mencoba atau membeli barang tersebut.
Selasa, 25 Mei 2010
LINGKUNGAN RUMAHKU
Aku tinggal di kota bekasi tepatnya kecamatan Tambun Selatan....
Aku tinggal di dalam suatu kompleks perumahan Tridaya 3 Blok B2/1....
Lingkungan tempatku tinggal sama seperti kompleks perumahan lainya..setiap malam mengadakan ronda malam dah siskamling...
Setiap pagi di tempatku tinggal selalu melihat warga-warga dan tetengga memulai aktivitas mereka masing-masing..ad yang berangkat ke kantor dan membuka toko klontong mereka....
masalah yang sering terjadi di lingkunganku yaitu ad seorang tetanggaku selalu mabuk2 kan pda waktu malam hari..dan selalu berteriak2 tidah jelas apa yang ia katakan...sehingga membuat tetangga lainya merasa terganggu...hal ini juga sudah di laporkan pada ketua RT tetapi tidak ad tanggpan lebih lanjutnya...akhirnya warga2 di tempatku mengadakan suatu kesepakan...jika ia masih mabuk2kan dan mengganggu warga sekitar maka akan di laporkan pda pihak yg berwajib....
Aku tinggal di dalam suatu kompleks perumahan Tridaya 3 Blok B2/1....
Lingkungan tempatku tinggal sama seperti kompleks perumahan lainya..setiap malam mengadakan ronda malam dah siskamling...
Setiap pagi di tempatku tinggal selalu melihat warga-warga dan tetengga memulai aktivitas mereka masing-masing..ad yang berangkat ke kantor dan membuka toko klontong mereka....
masalah yang sering terjadi di lingkunganku yaitu ad seorang tetanggaku selalu mabuk2 kan pda waktu malam hari..dan selalu berteriak2 tidah jelas apa yang ia katakan...sehingga membuat tetangga lainya merasa terganggu...hal ini juga sudah di laporkan pada ketua RT tetapi tidak ad tanggpan lebih lanjutnya...akhirnya warga2 di tempatku mengadakan suatu kesepakan...jika ia masih mabuk2kan dan mengganggu warga sekitar maka akan di laporkan pda pihak yg berwajib....
Rabu, 21 April 2010
Sabtu, 27 Februari 2010
Domokrasi di Indonesia Yang Tidak Transparan

Kita ketahui sekarang ini lebih dari 30 partai politik yang akan ikut kompetisi dalam pemilu Indonesia tahun 2009.
Apakah dengan banyaknya partai ini menunjukkan bukti tumbuhnya demokrasi di Indonesia.
Kemudian setelah itu ,apakah mereka yang bertanding dalam pemilu, dapat kursi di parlemen akan menyuarakan suara pemilihnya.....
Bagi saya yang kurang faham soal berpartai politik, mereka yang sekarang bergabung di partai politik,orientasinya hanya kekuasaan , kepentingan kelompok yang menjadi tameng dari keinginan untuk memperkaya diri sendiri.
Saat kampanye, setiap kata dari juru kampanya hanya bual dan bohong belaka.
Peserta kampanyepun tidak lebih dari sekelompok orang yang daripada tidak mendapat penghasilan apapun, rela dibohongi demi selembar kaos berlogo partai, uang bensin untuk motor, nasi bungkus dan beberapa lembar kertas biru yang berganbar Kapiten Pattimura. Lumayan untuk hidup satu hari plus dapat hiburan gratis dari artis penyanyi yang bergoyang mengumbar sensualitas.
Jika ada partai lain yang mengajak kampanye, saai itu juga bisa berganti kaos partai. Tida peduli akan kebohongan dan lain sebagainya, yang penting senang ,dapat makan dan dapat uang.
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)
